Dari Kolam Ikan Tradisional hingga Resmi Dibuka Tahun 2016
Sejarah taman tirta sari kamang menunjukkan perjalanan panjang sebelum kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata alam populer di Kabupaten Agam. Dahulu, lokasi ini bukan taman wisata seperti sekarang, melainkan kumpulan kolam ikan yang terbengkalai di Jorong Sonsang.
Kolam-kolam tersebut dipenuhi tumbuhan liar dan tidak dikelola secara khusus. Namun demikian, kehidupan di dalamnya tetap berjalan. Berbagai jenis ikan seperti ikan mas, ikan pantau, dan ikan cupang hidup secara alami tanpa dilepaskan secara sengaja oleh warga.
Keberadaan ikan-ikan tersebut kemudian melahirkan tradisi unik yang menjadi bagian penting sejarah kawasan ini.
Tradisi Mangguluang yang Turun-Temurun
Setiap musim kemarau, masyarakat Jorong Sonsang melakukan kegiatan yang dikenal sebagai mangguluang. Tradisi ini dilakukan ketika debit air menyusut dan ikan lebih mudah ditangkap.
Warga bergotong royong menjebak dan menangkap ikan secara bersama-sama. Selain menjadi aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial masyarakat.
Tradisi mangguluang berlangsung selama puluhan tahun dan diwariskan secara turun-temurun. Nilai kebersamaan inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam pengelolaan taman hingga sekarang.
Sudah Dikenal Sejak Tahun 1960-an
Menariknya, kawasan ini sudah dikenal sebagai lokasi rekreasi sejak sekitar tahun 1960-an. Pada masa itu, masyarakat datang untuk berakit dan menikmati keindahan alam.
Bukti sejarah tersebut terlihat saat pembentukan ulang taman pada tahun 2014, ketika ditemukan tembok bertuliskan “Taman Tirtasari”. Tembok ini menjadi penanda bahwa kawasan tersebut pernah memiliki identitas wisata pada masa lampau.
Namun karena kondisinya sudah tidak layak, bangunan tersebut akhirnya dihancurkan saat proses penataan kembali dilakukan.
Titik Balik Tahun 2014
Perubahan besar dimulai pada tahun 2014. Masyarakat setempat mulai membentuk kembali kawasan tersebut menjadi taman wisata.
Area dibersihkan, akses diperbaiki, dan konsep wisata alam mulai disusun. Meski demikian, pengelola tetap mempertahankan karakter alami dan tidak melakukan pembangunan berlebihan.
Pendekatan ini membuat taman tirta sari kamang berkembang tanpa kehilangan identitas sejarahnya.
Resmi Dibuka Tahun 2016
Setelah melalui proses penataan, taman tirta sari kamang resmi dibuka untuk umum pada tahun 2016.
Sejak saat itu, tempat ini berkembang menjadi destinasi wisata favorit di Agam. Konsep tiket berbasis donasi, suasana alami, serta akses yang mudah dari Bukittinggi membuatnya cepat dikenal luas.
Timeline Sejarah Taman Tirta Sari Kamang
| Tahun / Periode | Peristiwa Penting |
|---|---|
| 1960-an | Sudah dikenal sebagai tempat rekreasi masyarakat |
| Puluhan tahun | Tradisi mangguluang dilakukan setiap musim kemarau |
| Sebelum 2014 | Kawasan berupa kolam ikan tidak terawat |
| 2014 | Mulai dibentuk kembali sebagai taman wisata |
| 2016 | Resmi dibuka untuk umum |
Mengapa Sejarah Ini Penting?
Memahami sejarah taman tirta sari kamang membuat pengalaman berkunjung terasa lebih bermakna. Pengunjung tidak hanya melihat danau dan perbukitan, tetapi juga memahami proses sosial yang membentuknya.
Selain itu, sejarah ini menjelaskan mengapa fasilitas di kawasan tetap sederhana dan tidak terlalu modern. Konsep tersebut memang dipilih agar karakter alami tetap terjaga.

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com
