Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?
Sebelum masuk ke pembahasan hukum puasa, penting mengetahui waktunya. Malam Nisfu Syaban 2026 dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, setelah Maghrib hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026.
Malam ini dikenal sebagai salah satu waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah, seperti doa, istighfar, dan puasa sunnah pada siangnya.
Kedudukan Puasa Nisfu Syaban dalam Islam
Puasa Nisfu Syaban merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 15 bulan Syaban. Puasa ini tidak bersifat wajib dan tidak berdiri sebagai ritual khusus yang berdiri sendiri.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan bahwa puasa pada tanggal tersebut bukan amalan terlarang dan tidak termasuk bid’ah, selama diniatkan sebagai puasa sunnah yang dianjurkan syariat.
Selain itu, terdapat dua landasan kuat:
-
Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebagai persiapan Ramadan.
-
Tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan termasuk Ayyamul Bidh, hari-hari yang disunnahkan untuk berpuasa.
Karena itu, puasa Nisfu Syaban memiliki dasar sunnah yang jelas, tanpa harus diyakini sebagai kewajiban khusus.
Bolehkah Puasa Nisfu Syaban Jika Masih Punya Utang Puasa Ramadan?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama menjelang Ramadan. Jawabannya: boleh, namun dengan catatan penting.
Secara umum, tidak ada larangan bagi seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan untuk menjalankan puasa sunnah, termasuk puasa Nisfu Syaban. Namun, para ulama sepakat bahwa puasa qadha Ramadan lebih utama, karena hukumnya wajib.
Sementara itu, bulan Syaban justru menjadi waktu yang dianjurkan untuk mengganti puasa Ramadan. Hal ini diperkuat oleh hadis Aisyah RA:
“Aku memiliki utang puasa Ramadan, maka aku tidak dapat menggantinya kecuali di bulan Syaban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar kuat bahwa qadha puasa di bulan Syaban adalah amalan yang dicontohkan langsung oleh keluarga Rasulullah SAW.
Tabel Perbandingan Puasa Nisfu Syaban dan Puasa Qadha
| Aspek | Puasa Nisfu Syaban | Puasa Qadha Ramadan |
|---|---|---|
| Status Hukum | Sunnah | Wajib |
| Waktu | 15 Syaban | Kapan saja sebelum Ramadan |
| Prioritas | Dianjurkan | Harus didahulukan |
| Pahala | Sunnah | Menggugurkan kewajiban |
| Dalil | Amalan Syaban & Ayyamul Bidh | Hadis Aisyah RA |
Hukum Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Nisfu Syaban
Selanjutnya, muncul pertanyaan lanjutan: bolehkah menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa Nisfu Syaban?
Para ulama memiliki beberapa pandangan:
-
Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa penggabungan niat sah jika keduanya sama-sama sunnah.
-
Jika menggabungkan puasa wajib dan sunnah, maka yang sah adalah puasa wajibnya, sementara pahala sunnahnya tidak berdiri sendiri (pendapat Abu Yusuf).
-
Dalam mazhab Syafi’i, terdapat perbedaan pendapat. Sebagian ulama menganjurkan memisahkan niat agar pahala lebih sempurna. Namun, Ibnu Hajar al-Haitami dan Syekh Ar-Ramli menilai penggabungan niat tetap sah dan berpahala.
Karena itu, mengganti puasa Ramadan bertepatan dengan Nisfu Syaban dinilai sah oleh sebagian ulama, meskipun mendahulukan niat qadha tetap lebih utama.
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban
Latin:
Nawaitu shauma nishfi sya’b?na sunnatan lill?hi ta’?l?.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Nisfu Syaban karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan
Niat puasa qadha wajib dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadh?’i fardhi syahri Ramadh?na lill?hi ta’?l?.
Artinya:
“Saya berniat mengganti puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Jika Tidak Mampu Qadha, Apakah Wajib Fidyah?
Dalam kondisi tertentu, Islam memberikan keringanan berupa fidyah, terutama bagi:
-
Orang tua renta
-
Orang sakit parah yang tidak berpeluang sembuh
-
Ibu hamil atau menyusui yang khawatir pada kondisi diri atau bayinya
Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i, fidyah sebesar satu mud (±0,75 kg) makanan pokok per hari. Sementara itu, mazhab Hanafiyah membolehkan fidyah dalam bentuk uang.
Di Indonesia, BAZNAS menetapkan nilai fidyah sebesar Rp60.000 per hari per jiwa (wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya).
Kesimpulan
Puasa Nisfu Syaban tetap boleh dilakukan meski masih memiliki utang puasa Ramadan. Namun, puasa qadha tetap harus diutamakan karena bersifat wajib. Penggabungan niat dinilai sah oleh sebagian ulama, meski memisahkan niat dinilai lebih hati-hati.
Dengan memahami ketentuan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tepat, dan sesuai tuntunan syariat.

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com



