![]() |
| Mayangkara View |
![]() |
| Trekking menuju air terjun |
Rekomendasi Produk
Temukan produk menarik dengan penawaran terbaik.
MUSYAFFA Mukena Dewasa Mewah 3in1 Silk Armani Jacguard Almeera Series
Harga tercantum Rp237.500
MODOFO Tumbler Stainless 710ml, Botol Minum Tahan Panas dan Dingin
Harga tercantum Rp49.000
HSD Black Garlic Solo Bawang Hitam Tunggal Premium BPOM Halal Fermentasi 90 Hari
Harga tercantum Rp51.000
BELI 2 HEMSET 50%Bedak Hairline Waterproof Anti Keringat, Penebal Rambut Alami - COCOK UNTUK PRIA & WANITA
Harga tercantum Rp53.999
ROK SPAN KNIT Bodycon Bawahan Cantik
Harga tercantum Rp20.582
Obat Anti Ketombe Ampuh & Obat Ketombe Parah - Bantu Redakan Gatal & Kulit Kepala Berkerak
Harga tercantum Rp99.000
Beberapa tautan produk merupakan tautan afiliasi.
Selanjutnya kami menyusuri sungai berbatu yang airnya tidak terlalu dalam dan tidak deras. Sungai dikelilingi oleh hutan yang masih alami, hanya terdengar suara serangga dan ditambah lagi tidak ada pengunjung lain selain kami berdua.
Sekitar 10 menit susur sungai, sampailah kami di air terjun. Air Terjun Laccar ini bertipe Pony Tail alias air terjun tunggal hanya saja air nya tidak terllau deras (mungkin sudah masuk musim panas). Tinggi air terjun sekitar 25 meter, lumayan tinggi. Air terjun ini jatuh di tebing yang melingkar, kalau kita berada dekat air terjun serasa kita berada di suatu ruangang besar dan sangat tinggi, berasa agak sedikit ‘horor’, feel not so good apalagi hanya berdua!!!.
![]() |
| Air Terjun Laccar |
![]() |
| Air Terjun Laccar |
| Air Terjun Laccar |
![]() |
| Air Terjun Laccar |
| Air Terjun Laccar |
Awalnya kami ingin mengujungi Penangkaran Rusa Bawean, mengikuti Google Map, tapi kami memutuskan kembali karena sepertinya lokasi ini sudah tutup (mungkin butuh info lebih lanjut untuk ini).
Dari sini kami menuju ke Danau Kastoba yang berjarak sekitar 15km atau sekitar 30 menit perjalanan. Untuk ke Danau Ini kami juga mengandalkan Google Maps. Memasuki perkampungan sekitar 6 km kami akhirnya sampai meski udah sangat sore (sekitar jam 5). Kami memarkirkan motor di dekat rumah penduduk.
![]() |
| View di sepanjang jalan menuju danau |
![]() |
| View di sepanjang jalan menuju danau |
![]() |
| View di sepanjang jalan menuju danau |
Di parkiran ada petunjuk arah ke Danau dan ke Air Terjun. Untuk ke danau kami harus trekking sekitar 15 menit. Hanya saja jalur trekkingnya sudah hampir tertutup semak-semak menandakan lokasii ini jarang sekali dikunjungi. Di sebelah kiri adalah sungai yang berhulu di danau dan sebelah kanan merupakan hutan. Jadi boleh di kata, danau ini berada di puncak bukit yang dikelilingi oleh hutan perawan.
Sampai di lokasi, bisa di tebak, hanya ada kami berdua. Agak-agak gimana gitu hehehehe….
Di pinggir danau terdapat sebuah saung dan mushola kecil serta ruang ganti yang tidak terurus dan hancur ditumbuhi semak-semak.
![]() |
| View di bukit menuju danau |
![]() |
| Trek ke danau |
Danau ini mirip dengan Situ Gunung yang ada di Sukabumi, hanya saja di sini sangat sepi dan tidak ada tanah lapang.
![]() |
| Danau Kastoba |
Tidak lama kami di sini karena sudah sangat sore kemudian dari parkiran kami lanjut ke air terjun. Air terjunnya tidak terlalu jauh, palingan berjarak sekitar 50 meter dari parkiran. Air terjunnya tidak terlalu tinggi, mengalir di bebatuan dan jatuh ke kolam yang tidak begitu luas.
![]() |
| Air Terjun Kastoba |
![]() |
| Air Terjun Kastoba |
| Air Terjun Kastoba |
Hanya mengambil beberapa foto selanjutnya kami kembali ke penginapan dan menikmati sunset di penginapan. Perjalanan dari Danau ini menuju pelabuhan bearti kami sudah berkeliling Pulau Bawean, melewati jalur lingkar pulau. Jadi kalau diperkiran, keliling pulau ini sekitar 2 jam… lebih lama sedikit dibanding keliling Nusa Penida 😀
![]() |
| Menikmati sunset di penginapan |
Link terkait:
– Gili dan Gili Noko
– Tanjung Ghe’en/Tanjung Gaang dan Pantai Kerrong

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , pituluik.com



















