![]() |
| Team squad: Eddy, Noey, Erlan, Ringgo, Zay dan Revan |
Rekomendasi Produk
Temukan produk menarik dengan penawaran terbaik.
MUSYAFFA Mukena Dewasa Mewah 3in1 Silk Armani Jacguard Almeera Series
Harga tercantum Rp237.500
MODOFO Tumbler Stainless 710ml, Botol Minum Tahan Panas dan Dingin
Harga tercantum Rp49.000
HSD Black Garlic Solo Bawang Hitam Tunggal Premium BPOM Halal Fermentasi 90 Hari
Harga tercantum Rp51.000
BELI 2 HEMSET 50%Bedak Hairline Waterproof Anti Keringat, Penebal Rambut Alami - COCOK UNTUK PRIA & WANITA
Harga tercantum Rp53.999
ROK SPAN KNIT Bodycon Bawahan Cantik
Harga tercantum Rp20.582
Obat Anti Ketombe Ampuh & Obat Ketombe Parah - Bantu Redakan Gatal & Kulit Kepala Berkerak
Harga tercantum Rp99.000
Beberapa tautan produk merupakan tautan afiliasi.
Buat kalian yang pernah ke Curug Cikoneng pasti gampang menemukan jalan kecil sebelum Kantor Kepala Desa Puraseda. Tapi kalau belum, silahkan ambil patokan batas wilayah Desa Karyasari dan Desa Puraseda karena di sebelah kanan ada jalan kecil yang pas untuk satu mobil. Menyusuri jalan ini, terlihat pemandangan desa yang sangat asri, dikelilingi oleh perbukitan, terlihat sawah membentang dan sungai yang mengalir dari Curug Cikoneng.
Karena belum pernah ke Curug Puraseda dan Curug Tengah, kami menanyakan alamt curug-curug ini ke petugas yang jaga di dekat pintu masuk Curug Cikoneng. Jadi untuk ke Curug Puraseda ini kita harus lurus begitu menemukan gang masuk ke Curug Cikoneng (artinya jangan masuk menuju Curug Cikoneng!). Orang sini bilangnya ke kampung Cibuntu. Nanti kalau lurus akan bertemu jembatan dan ambil arah kanan. Nah sebelum jembatan ini juga ada terlihat curug di bukit sebelah kanan, namanya Curug Cipanas cuman aksesnya belum dibuka.
![]() |
| Menuju parkiran |
![]() |
| Trekking menuju Curug Puraseda |
![]() |
| Trekking menuju Curug Puraseda |
![]() |
| Trekking menuju Curug Puraseda |
Kemudian menapaki jalan setapak di sepanjang alur sungai. Di kiri kanan terlihat kebun-kebun masyrakat serta hutan dan semak-semak. Nah nanti di suatu pertigaan atau pertemuan aliran sungai kecil sebelah kanan, kalau di telusuri maka akan sampai di Curug Cisuren.
Terus menyusuri aliran sungai, tidak lama kita akan sampai di Curug Puraseda, total waktu sekitar 30 menit trekking. Menyeberangi sungai dengan jembatan bambu, sampailah kita di depan Curug Puraseda yang kebetulan airnya terlihat jernih dan berwarna hijau tosca.
![]() |
| Sampai di Curug Puraseda |
Mempunyai ketinggian sekitar 6m melewati tebing dengan batu yang menggantung yang memecah aliran menjadi 3 aliran. Di atas curug ini masih terlihat ada curug tersembunyi hanya saja belum ada akses untuk ke atasnya. Mumpung airnya lagi bening dan pengunjungnya baru rombongan kami adalah saat yang tepat untuk mengambil foto. Karena belum biasa dan tidak terlihat ada yang berenang di leuwinya, kami hanya berani bermain di sekitar curug yang airnya dangkal.
| Curug Puraseda |
| Curug Puraseda |
| Curug Puraseda |
| Curug Puraseda |
| Curug Puraseda |
Sekilas curug ini mirip dengan Curug Love yang ada di Babakan Madang-Sentul hanya saja ini versi yang lebih besar. Dengan suasana yang sangat adem mebuat pengunjung akan betah berlama-lama di sini. Juga di sini disiapkan saung untuk mengunjung dan mungkin suatu saat akan ditambah fasilitasnya karena sekarang masih dalam tahap persiapan.
![]() |
| Kondisi jalan menuju Curug Tengah |
![]() |
| Kondisi jalan menuju Curug Tengah |
![]() |
| Kondisi jalan menuju Curug Tengah |
Kondisi jalur trek bisa dibilang mempunyai kesulitan sedang, tapi buat yang tidak biasa trekking bisa dibilang sulit karena kondisinya agak licin. Menjelang bertemu aliran sungai, kita harus menempuh jalur menurun yang agak curam dan licin. Setelah melewati jalur ini kita langsung berada tepat di samping Curug Tengah. Nah, buat kalian yang bertanya kenapa namanya Curug Tengah, karena di atas curug ini masih terdapat beberapa curug lagi yang belum dibuka aksesnya.
| Curug Tengah |
| Curug Tengah |
![]() |
| Welfie di Curug Tengah |
![]() |
| Welfie di Curug Tengah |
Untuk melihat curug secara utuh dari depan, kita harus menyeberang aliran sungai dan mencapai tebing yang ada di seberangnya. Karena airnya deras, kita harus sangat hati-hati. Dan juga harus diperhatikan jika airnya tiba-tiba berubah keruh, kita harus segera menyingkir karena itu tanda-tanda di hulu sungai terjadi hujan dan debit air akan bertambah.
Walaupun di medsos kita melihat ada yang loncat-loncat di sekitar leuwi/kolam, seharusnya tidak usah ditiru karena bisa berbahaya apalagi ketika debit air sangat besar. Kalau mau berenang usahakan di pinggiran leuwi.
![]() |
| Masak-masak di pinggir curug |
Setelah berbasaha-basahan dan mengambil foto-foto kami kembali ke area Curug Puraseda. Sampai di Curug Puraseda, sebagian memasak mie dan kopi sementara saya dan Edi ke curug yang ada di sebelah kiri yang belum ada namanya. Meskipun curugnya kecil tapi airnya sangat bening dan menyegarkan.
![]() |
| Berfoto dengan Pak Ncep dan anggota baru |

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , pituluik.com













