![]() |
| Petunjuk arah ke Goa Giri Campuhan |
Dari parkir, kami menuju GGC atas petunjuk salah satu warga di sana bertiga, saya, Revan dan Ira sementara driver kamu, Putu menunggu di parkiran. Menuruni bukit terus naik ke pematang sawah dan selanjutnya melewati persawahan. Kebetulan cuacanya lagi cerah sehingga kami bisa menyaksikan Gunung Agung yang lumayat terlihat jelas. Melewati persawahan yang luas ini tidak kami tidak berpapasan dengan penduduk maupun pengunjung lain. Untuk di sepanjang jalan terdapat petunjuk arah dari kayu yang bertuliskan GGC dan arah panah sehingga kami tidak nyasar.
![]() |
| Trekking di sawah dengan latar gunung |
Sampai di ujung sawah kemudian menyisiri pinggir bukit. Mulai sore dan ditambah dengan banyaknya pepohonan dan hanya kami bertiga, suasana terasa agak ‘serem’. Tak berapa lama kami sampai di sebuah tempat berdoa (saya kurang tahu istilah Bali-nya) serta tulisan agar pengunjung berdoa duu sebelum dan sesudah mengunjungi tempat ini. Di suruh berdoa, bukannya tambah tenang malah terasa ‘serem’ hahahha. ya udah, sesuai kepercayaan, kamipun berdoa dalam hati secara Islam.
![]() |
| Lokasi berdoa |
Melewati tempat ini beberapa puluh meter kami menemukan mulut terowongan. Terowongan yang menuju sungai ini terlihat gelap (gak ada lampu). Awalnya Ira gak mau turun dan minta supaya kami balik aja, akhirnya kita kasih pilihan mau ikut atau tinggal di sana hahahha. Akhirnya Ira mau ikut, berjalan di tengah, sementara Revan di depan menggunakan senter dari HP dan saya di belakang. Lorong yang menurun ini lurus kemudian memutar ke kanan ke arah sungai. Ketika sampai di ujung terowongan barulah perasaan lega karena di bawah ternyata ada 3 orang penjaga dan 2 orang wisatawan.
![]() |
| Terowongan turun |
![]() |
| Terowongan turun |
Para petugas ini terlihat antusias dengan kedatangan kami. 2 orang dari mereka langsung menyambut kami, menyapa dan memberikan informasi mengenai objek wisata ini. dari mereka kami mendapat info bahwa lokasi ini baru dibuka beberapa bulan lalu dan belum banyak wisatawan yang mengunjunginya. Dan mereka meminta masukan dari kami untuk perbaikan kedepannya.
![]() |
| Pertemuan 2 sungai |
Dari arah sungai satu lagi, melewati lembah sempit terdapat air terjun kecil di ujung lembah, dan yang menarik adalah banyaknya air terjun di sepanjang tebing berbatuan berwarna hitam. Air terjun ini berundak-undak dan terlihat unik. Di sini ada batu berlobang yang kalau diambil dari sudut yang pas akan berbentuk hati. Air nya yang dingin dan tidak dalam bisa dipakai untuk berenang.
![]() |
| Air terjun di sepanjang tebing |
![]() |
| Batu Hati |
![]() |
| Batu Hati |
![]() |
| Air terjun di sepanjang tebing |
![]() |
| Air terjun di sepanjang tebing |
Karena pertemuan dua sungai, untuk mengantisipasi banjir, di sini terdapat pintu air. Nah di dekat pintu air ini di tebingnya terdapat air terjun yang lumayan besar yang mengalir melewati batu tebing. Meskipun tidak besar tapi terlihat sangat unik. Air yang awalnya kecil di bagian atas kemudian menyebar di bagian bawah kemudian menyatu dengan sungai di bawahnya.
![]() |
| Air terjun Utama |
![]() |
| Air terjun Utama |
![]() |
| Air terjun Utama |
![]() |
| View air terjun dari goa |
Setelah puas menikmati keindahan objek wisata ini kami ijin pulang ke bapak-bapak yang jaga. Dan mereka berharap kami memviralkan di medsos mengenai objek wisata ini. dan mudah-mudahan kedepannya akan ramai seperti halnya Air Terjun Tukad Cepung.
– Air Terjun Tukad Cepung– (Air Terjun) Goa Rang Reng dan Air Terjun Kanto Lampo
– Desa Panglipuran
– Air Terjun Tegenungan
– Air Terjun Tibumana dan Air Terjun Pengibul
– Pura Luhur Tanah Lot, Pura Karang Bolong dan Kecak Fire Dance
– Green Bowl dan Pantai Melasti
– Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Penggiat literasi digital, WordPress dan Blogger
website: alber.id , andesko.com , upbussines.com , pituluik.com















